Searching...
Friday, August 26, 2016

Ini Humor-humor Mukidi yang Bikin Heboh !!

12:19:00 PM

MajalahQQ.com -Humor Mukidi tiba-tiba menyebar secara viral. Di berbagai grup messenger WhatsApp juga sosial media. Entah siapa yang memulai, humor Mukidi yang begitu Indonesia itu menjadi perbincangan.

Semua humor yang mengocok perut itu bersumber dari blog Cerita Mukidi dengan akun twitter @CeritaMukidi.

Siapa tokoh Mukidi itu? Disebutkan, Mukidi berasal dari Cilacap, Jawa Tengah. Tipikal orang yang biasa saja, tidak terlalu alim, mudah akrab dengan siapa saja.

Punya karir tapi kadang-kadang bisa menjadi apa saja. Istrinya Markonah, juga punya karir tapi tidak terlalu istimewa. Anak mereka 2 orang, Mukirin yang sudah remaja dan Mukiran yang masih duduk di bangku SD. Sahabatnya adalah Wakijan.

Postingan blog Cerita Mukidi dimulai sejak empat tahun lalu, Agustus 2012. Banyak kategori humor di dalamnya. Begitu kaya. Tapi isi blog Cerita Mukidi tak melulu soal humor. Ada pula wejangan-wejangan, tausiyah dan sejenisnya.

Berikut beberapa humor Mukidi:

When The Cookie Jar Is Empty 2, 18 Juli 2013

Markonah belanja untuk bikin kue lebaran


"Mas ada terigu?"
"Gak ada bu"

"Telor?"
"Kosong bu?"

"Gula pasir?"
"Habis"

"Terigu gak ada, telor kosong, gula pasir habis. Kenapa gak ditutup saja tokonya?"

"Kuncinya gak ada bu."


Bantu Nenek

Judul : No Mercy, 24 Juni 2013.

Mukidi melihat mbah Kartinem sedang kebingungan di kantor pos.

"Bisa saya bantu nek?"

"Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak."

"Ada lagi nek?"

"Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?" Mukidi mengangguk. Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai.

"Cukup nek?"

"Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis: maaf tulisan nenek jelek."

Insyaf

Dream - Judul: Math, 24 Juni 2013


Wakijan sudah insyaf dan mulai rajin ngaji.

"Mas Wakijan, sholat Subuh ada berapa rakaat?" Ustad ngetes.

"4, ustad!"

"Mas Wakijan pulang dulu deh, cari jawaban yang benar."

Di tengah jalan Wakijan ketemu Mukidi sahabatnya: “Di, menurut kamu sholat Subuh ada berapa rakaat?”

"Ya 2 lah."

"Wah payah dah, mendingan lu pulang deh. Belajar lagi."

"Emang kenapa?"

"Nah gue bilang 4 aja masing salah, apalagi 2?"




0 komentar:

Post a Comment