Searching...
Sunday, August 21, 2016

Jurus Pindah ke Lain Hati Ahok

12:09:00 AM

Berita Akurat - Apa saja bisa terjadi dalam dunia politik. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang biasa terkenal tegas pun kelu.

Ahok sempat jual mahal kepada PDIP. Dia ogah mengikuti mekanisme PDIP untuk mendapatkan dukungan politik dari partai banteng moncong putih itu. Sementara, PDIP bersikukuh memintanya mengikuti seleksi bakal calon Gubernur DKI Jakarta partai tersebut.

Hingga pada akhirnya, PDIP merasa sakit hati dan suara di bawah pecah, menolak untuk mendukung Ahok.

Tak habis akal, Ahok memutar otak untuk merebut dukungan dari PDIP. Dalam hitungan hari, dia pun menemukan jurus ampuhnya. Cara untuk memotong jalur resmi penjaringan bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari PDIP.

Akhirnya, 17 Agustus 2016, Ahok mengungkapnya. Pada hari ulang tahun Kemerdekaan RI ini, Gubernur DKI itu mengaku telah mengantongi restu Megawati Soekarnoputri.

Ternyata, Ahok diam-diam menemui Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Mega, kata Ahok, telah merestuinya berpasangan dengan kader PDIP yang saat ini menjadi wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, di Pilkada DKI. Oleh karena itu, Ahok tak perlu mendaftar di PDIP.

"Dari tiga opsi, Bu Mega cenderung opsi ke petahana. Tapi PDIP butuh proses. Yang pasti kata Bu Mega, aku enggak perlu mendaftar. Karena aku pernah mendaftar pada 2012," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu malam 17 Agustus 2016.

"Sinyalnya kalau dengan PDIP berarti dengan Pak Djarot, beliau (Mega) kan kalau Pak Heru enggak kenal, mesti mendaftar, Pak Heru kan tidak mendaftar PDIP," tambah Ahok.

Sejak awal memutuskan maju dengan jalur parpol pada 27 Juli 2016, kabar Ahok akan rujuk2563451 dengan Djarot Saiful Hidayat memang menguat.

Ahok mengaku sejak awal cocok dengan Djarot. "Kan memang lebih suka dengan Pak Djarot. Djarot juga nggak ada masalah apa-apa," ucap Ahok, Kamis 28 Juli lalu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pun membenarkan kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke kantor DPP PDIP, Menteng.

Pada pertemuan dengan Megawati itu, Djarot mengakui ada sinyal kuat dukungan dari putri Proklamator Sukarno tersebut terkait duetnya bersama Ahok pada Pilkada DKI 2017.

"Betul bahwa kemarin Pak Ahok itu datang ke DPP partai di Diponegoro dan kita terima dengan baik. Memang indikasinya ke sana (Ahok dan Djarot) tapi kita lihat juga untuk menunggu mekanisme partai," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 18 Agustus 2016.

0 komentar:

Post a Comment