Sidang Jessica, Pengunjung Tiba Tiba Tepuk Tangan Riuh Saat Saksi Jawab....


POKER TERBAIK -  Pegawai Kafe Olivier, Marlon Alex Napitupulu, menjadi saksi kasus sidang pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang melibatkan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Marlon menjelaskan saat dia melayani pesanan Jessica.

Marlon bertugas sebagai penyaji (server) di Kafe Olivier. Jessica memesan 3 minuman yaitu cocktail, fashioned sazerac dan Vietnamese iced coffee (VIC). Marlon mengantarkan dua minuman yakni cocktail dan sazarec, sedangkan VIC sudah lebih dulu tersaji di atas meja.

Menurut Marlon, standar di Kafe Oliver soal minuman VIC, VIC harus disajikan di depan konsumen. Air panas dituangkan di depan konsumen ke dalam kopi yang sudah disiapkan di atas meja.

"Kita sajikan kalau sudah ada orangnya. Kita tanya dulu sudah boleh disajikan atau belum kopinya," ucap Marlon menjawab pertanyaan hakim soal penyajian VIC. Seperti diketahui, VIC itu menurut Jessica dipesan untuk Mirna.

Saat mengantarkan dua minuman pesanan, Marlon melihat VIC sudah di atas meja dan kopi sudah disajikan atau dituangkan ke dalam gelas. Sedotan yang awalnya diletakkan di dekat gelas, sudah berada di dalam gelas.

"Kopi masih utuh belum diminum, yang berbeda adalah sedotan ada di dalam (gelas) tapi sedotan bagian bibir masih terbungkus kertas. Standarnya tidak boleh server atau pelayan lain yang memasukkan (sedotan) itu kecuaali customer itu sendiri," kata Marlon.

Mendengar penjelasan itu tiba-tiba pengunjung sidang bertepuk tangan.

Hakim lalu melanjutkan pertanyaan.

"Sedotan sudah masuk ke gelas? " tanya hakim.

"Iya. Tapi bagian atas (sedotan) masih tertutup," jawabnya.

"Itu tidak wajar?" tanya hakim lagi.

"Kalau ada orang yang memesan Vietnamese Iced Coffee, kita tidak boleh menyajikan sebelum orangnya ada. Kan kita tanya dulu kita boleh tuangkan atau tidak," jawabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar