Paket Kado Berisikan Surat Untuk Ahok Di Madiun Akhirnya Diledakkan


Berita Akurat - Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota bekerjasama dengan Penjinak Bom (Jibom) Detacemen C Pelopor Madiun melakukan disposal atau peledakan terhadap kado yang diduga berisi bom, Selasa (12/7/2016). Disposal dilakukan di kamar mandi Polres Madiun Kota, tempat sementara penyimpanan kado yang sebelumnya telah dipasang garis polisi (police line).

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, Ajun Komisaris Polisi Masykur mengatakan, kejadian ini berawal dari sebuah kado warna merah muda yang dibawa Ismini (38) warga Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun di depan pintu gerbang Makorem 081/DSJ Madiun Jalan Pahlawan.

Kado tersebut ditempeli surat bertuliskan kecaman terhadap Komandan TNI serta Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok. Menindaklanjuti hal itu, Polres Madiun Kota meminta Jibom Detacemen C Pelopor Madiun melakukan penjinakan, karena sebelumnya saat diperiksa menggunakan metal detector, ada metal di dalam kado tersebut.

"Kita tidak boleh under estimate, sehingga sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dilakukan penjinakan oleh anggota Brimob. Ternyata kado tersrbut didalamnya berisi dua surat untuk Pak Ahok dan tas plastik, yang mana memang ada cantolan logam, sehingga waktu dicek pakai metal detector, ada bunyinya," ungkap Masykur kepada Radio Republik Indonesia, Selasa (12/7/2016).

AKP Masykur menyatakan, surat dalam kado yang dibawa Ismini intinya menyarankan Ahok menjadi Presiden RI, sementara dirinya sebagai wakil presiden. Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas reskrim, yang bersangkutan memiliki gangguan kejiwaan sejak Tahun 1998. Kepolisian pun juga mendatangkan Kepala Desa Segulung untuk membuat surat pernyataan, agar Ismini tidak mengulangi tindakannya.

Sementara itu Kades Segulung, Kustoyo mengakui, Ismini mengalami gangguan jiwa sejak belasan tahun lalu. Ismini merupakan mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), di Saudi Arabia dan Taiwan. Menindaklanjuti hal itu, pihak desa diminta berupaya mencarikan solusi untuk mengobatkan Ismini.

"Yang bersangkutan ini memang mantan TKI, baru satu tahun pulang gitu, karena orangnya setres. Memang si Ismini ini sebelumnya juga pernah masuk ke RSJ Jombang, empat bulan," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar