Warga RI di Istanbul merasakan suasana mencekam


Berita AkuratPegiat hak-hak sipil, Tunggal Pawestri, sedang berada di Istanbul, untuk mengikuti sebuah konferensi internasional ketika serangan di Bandara Istanbul terjadi.


Berikut penuturannya kepada BBC Indonesia:
Malam itu saya bersama teman-teman, pulang dari makan malam. Kami sedang dalam perjalanan kembali ke hotel.
Tiba-tiba terdengar sirene ambulans dan mobil polisi meraung-raung, datang dari arah berlawanan. Dan beberapa teman Turki mendapat panggilan telepon, yang bertanya tentang kabar mereka. Tahulah kami, bahwa terjadi serangan bom.

Lalu sesampai di hotel saya lihat semua orang memandang televisi. Mengikuti perkembangan, untuk mendapat kejelasan. Wajah mereka serius, tapi bingung, cemas, dan kelihatan terguncang.

Istanbul

Penyelenggara konferensi kemudian datang, memberi penjelasan awal. Dan meminta kami untuk tinggal di hotel dan tidak meninggalkan hotel.

Sekarang situasinya agak berbeda dibanding sebelumnya.

Biasanya sejak pagi orang sudah ramai di jalanan. Ini kan musim panas. Orang banyak keluar rumah. Jadi biasanya suasananya ramai. Tapi hari ini senyap. Dan mobil polisi dan ambulans masih tampak lalu lalang.

Tapi saya tak bisa bilang bahwa terasa ada peningkatan aparat keamanan besar-besaran. Karena sejak kami datang, pengamanan sudah lumayan ketat, terkait penyelenggaraan Gay Pride.

Istanbul

Waktu datang pertama kali akhir pekan lalu, kami mendapat arahan situasi keamanan di Istanbul, yang disebutkan Hijau ke Kuning -artinya, aman tapi harus waspada. Tadi kami mendapat arahan keamanan lagi.

Kami diminta untuk tidak ke mana-mana hari ini (Rabu 29 Juni) dan disarankan menghindari tempat ramai, atau tempat-tempat tujuan wisata.

Beberapa teman yang sedianya pulang malam ini dari Bandara Istanbul, dibatalkan penerbangannya. Nah besok, saya dijadwalkan meninggalkan Turki, menuju Belanda.

Dalam arahan panitia, bandara akan dibukan lagi dan pesawat sudah mulai bisa berangkat sesuai jadwal, kendati mungkin masih akan kacau, dan diperingatkan bahwa antrian bisa santat panjang.

Sejak pagi, saya dan banyak kawan tak bisa mengakses Twitter. Saya awalnya tak tahu apakah terkait hal ini atau bagaimana. Tapi disebutkan ternyata Twitter diblokir.

Sumber : bbc.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar