Subhanallah, Ini Alasan Kenapa Hanya Nama "Muhammad Ali" Yang Tak Diinjak di Trotoar Hollywood


Berita Akurat - Sebagai seorang legenda tinju dunia, Muhammad Ali dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame yang termasyhur.

Dengan demikian, nama Ali di dalam sebuah bintang dapat dipasang di trotoar bersama dengan ribuan tokoh hebat lainnya.

The Hollywood Walk of Fame adalah sebuah trotoar sepanjang 15 blok Hollywood Boulevard dan 3 blok Vine Street di Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Trotoar ini yang menampilkan lebih dari 2.400 keramik teras bergambar bintang dan bertuliskan nama artis sebagai bentuk penghargaan dari pihak Hollywood terhadap sumbangsih mereka bagi industri hiburan.

Pada tahun 2002, legenda tinju dunia Muhammad Ali dianugerahi bintang Walk of Fame Hollywood ini.

Meski bukan artis tapi ia dianugerahi bintang emas ini karena dianggap pantas menerimanya karena apa yang ditampilkan Muhammad Ali dalam pertandingan tinjunya dianggap sebagai bentuk dari live performance, bukan sekadar pertandingan olahraga.

Yang membuat Walk of Fame untuk Muhammad Ali unik adalah ia tidak ingin bintang emas yang tertulis namanya diletakkan di lantai sepanjang Hollywood Boulevard, melainkan di dinding.

Tampaknya ini agak melenceng dari tradisi, mengapa demikian?

Ternyata itu adalah bentuk penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW yang namanya digunakan oleh Ali.

"Saya memikul nama nabi tercinta Muhammad SAW, dan tidak mungkin saya membiarkan orang-orang menginjak-injak namanya," ujar Ali seperti dikutip dari Independent, Sabtu (4/6/2016).

Berikut lima hal tentang Muhammad Ali yang jarang diketahui publik, seperti yang dilansir CNN

1. Berganti nama lebih dari sekali

Mungkin Anda hanya tahu bahwa Cassius Clay memilih mengganti nama menjadi Muhammad Ali ketika memeluk Islam di dekade 1960-an.

Padahal sebelumnya, Cassius sempat mengganti namanya menjadi Cassius X sebelum bertemu dengan tokoh politik Islam Amerika Serikat (AS), Elijah Muhammad

Hal yang mengejutkan adalah nama Muhammad Ali awalnya hendak diberikan Elijah kepada aktivis pergerakan kaum kulit hitam Malcolm X, yang juga memeluk Islam, namun sesaat kemudian tewas dibunuh penentangnya.

2. Seorang sufi

Ada tudingan yang menyebut penggantian nama Cassius ke Muhammad Ali adalah sebagai upaya mengelak dari kewajiban menjalani wajib militer yang berlaku bagi pria warga negara AS kala itu.

Namun, secara mengejutkan Ali justru mengatakan di tahun 2005, bahwa dirinya merupakan seorang sufi.

Ali terpukau dengan sufisme karena aliran ini berprinsip, seseorang yang menyakiti orang lain, ia turut menyakit kemanusiaan secara luas.

Pandangan ini kemudian yang menjadikan Ali sebagai sosok yang universalis.

3. Menahan luka saat di atas ring

Ketika memutuskan kembali bertanding di atas ring tinju pada 26 Oktober 1970 silam, Ali mendadak mengalami luka pada otot sekitar beberapa hari sebelum hari-H.

Namun, Ali menolak untuk menjadwal ulang pertandingan tersebut, dan bersikukuh kuat menghadapinya.

Tekadnya terbukti. Ia akhirnya berhasil menang atas KO di ronde ketiga melawan juara tinju kelas berat saat itu, Jerry Quarry.

4. Ambil pelajaran dari penyakit parkinson

Ketika terdeteksi menderita gejala penyakit parkinson di usia 42 pada 1984 silam, Ali pun perlahan berubah menjadi sosok yang tidak lagi lantang dalam menyuarakan pendapat.

Secara perlahan, Ali berubah menjadi sosok yang lebih obyektif, terutama terkait dengan kian kuatnya keyakinan dirinya terhadap aliran sufisme.

5. Pesulap amatir

Dalam masa-masa melewati pengobatan penyakit parkinson yang dideritanya, diam-diam Ali mempelajari 'prestidigitasi' atau kemahiran teknik sulap tangan.

Suatu hal yang menyenangkan di balik kelabunya masa-masa mengidap penyakit parkinson.

sumber: tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar